Lemak trans merupakan lemak jahat yang erat akan penyakit kolesterol dan jantung, lantaran dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat sekaligus membunuh kadar kolesterol baik di dalam tubuh, serta dapat menyumbat pembuluh darah koroner yang ada di jantung. Tak heran para ahli kesehatan menyatakan bahwa makanan yang mengandung nol lemak trans adalah makanan yang paling baik untuk kesehatan.
Makanan yang mengandung lemak trans umumnya terasa lebih gurih dan enak. Tanpa disadari, ternyata makanan sehari-hari masyarakat Indonesia banyak yang mengandung lemak trans jahat. Berikut beberapa jenis makanan yang sebaiknya kamu hindari:
- Makanan yang Digoreng
Makanan yang digoreng merupakan makanan yang mengandung lemak trans paling tinggi, apalagi jika digoreng dengan minyak jelantah. Minyak goreng yang digunakan lebih dari dua kali, berkali-kali lipat lebih berbahaya bagi kesehatan jantung karena terendap oleh lebih banyak lemak trans. Oleh karena itu, mulailah beralih ke makanan yang direbus atau ditumis, tentunya tumis dengan margarin yang bebas lemak trans ya! - Kue yang Lembut
Sebagian besar kue yang lembut dan harum pasti mengandung lemak trans. Lemak trans pada kue biasanya berasal dari bahan margarin yang berfungsi untuk mengemulsi kue. Tapi tenang saja, Supermoms tetap bisa memberikan kue yang digemari oleh anak-anak asalkan menggunakan margarin bebas lemak trans yang diproses tanpa hidrogenasi sehingga lebih sehat untuk dikonsumsi. - Mi Instan
Seperti yang kita ketahui bahwa mi instan bukanlah makanan sehat yang boleh dimakan setiap hari, namun karena kepraktisannya kebanyakan dari kita justru abai dan tetap banyak mengonsumsinya. Selain mengandung monosodium glutamat (MSG) yang tinggi, mi instan juga tinggi akan lemak trans, terlalu sering makan mi instan dapat berdampak pada penumpukan lemak trans dalam tubuh. Sebaiknya ganti kebiasaan konsumsi mi instan dengan sayur dan buah-buahan.